Penting! Kenali Ciri-Ciri Strict Parents dan Dampaknya untuk Anak

strict parents
Gambar diambil dari enervon.co.id

Strict parents adalah salah satu kata-kata yang sering kali diucapkan oleh anak zaman sekarang apabila orang tua mereka ini memiliki peraturan yang sangat ketat. Sebenarnya apa sih strict parents ini? Kenapa sering kali digunakan? Apa dampaknya buat anak?

Strict parents adalah menerapkan gaya asuh otoriter yang berorientasi pada orang tua sebagai pembuat aturan. Atau bahasa lebih mudahnya adalah orang tua yang ketat dan kaku. Hal ini biasanya terjadi karena sebelumnya orang tua kalian merasakan hal yang sama.

Gaya asuh ini banyak diterapkan dengan tujuan membentuk pribadi anak yang patuh dan taat. Namun sejalan dengan berkembangnya ilmu parenting, pola asuh ini mulai banyak ditinggalkan karena dinilai membuat anak menjadi kurang kreatif.

Ciri-Ciri Strict Parents

Gambar diambil dari mijil.id

Pola asuh yang diterapkan oleh strict parents pada dasarnya merupakan gabungan antara pola asuh authoritative dan authoritarian. Authoritative parenting adalah pola pengasuhan anak yang ditandai dengan adanya ekspektasi yang tinggi dari sang orang tua terhadap anaknya.

Sedangkan authoritarian parenting adalah lebih memfokuskan pada kepatuhan, disiplin, dan kontrol terhadap anak. Dari kedua pola asuh inilah kita bisa mengetahui ciri-ciri orang tua strict parents sebagai berikut:

  • Mengharuskan anak mematuhi semua aturan yang orang tua tetapkan
  • Memarahi atau tidak memberikan toleransi jika anak melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan
  • Memberikan hukuman keras jika anak tidak mematuhi aturan atau tidak bisa memenuhi ekspektasinya
  • Mendikte anak untuk melakukan sesuatu, misalnya “duduk tegak” atau “jangan menyeret kaki ketika berjalan”
  • Tidak membiarkan atau membebaskan anak untuk melakukan sesuatu sesuai keinginannya, misalnya melakukan hobi atau bermain dengan temannya
  • Tidak memberikan apresiasi terhadap usaha anak dan hanya berfokus pada hasil yang anak berikan
  • Tidak ada komunikasi secara terbuka atau secara dua arah dengan anak

Dampak untuk Anak

Gambar diambil dari halodoc.com

Penerapan pola asuh otoriter yang dilakukan oleh strict parents memang bisa membuat anak memiliki ambisi untuk mencapai tujuannya. Akan tetapi, memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan anak, yang umumnya bersifat negatif. Berikut dampaknya:

1. Anak Tidak Bahagia

Dalam sebuah jurnal psikologi, dijelaskan bahwa salah satu dampak dari gaya asuh ini, ialah membuat anak menjadi tidak bahagia serta merasa depresi.

Kekerasan, ketidak fleksibilan, dan kurangnya dukungan emosional dari orang tua dapat menyebabkan anak merasa tertekan dan terhambat dalam ekspresi emosi mereka.

2. Sulit Mengambil Keputusan